Saturday, September 24, 2011

Buat Ieka_Mylin

Salaam. Woohh~siap kutuk aku (pembahasaan saya dengan kakak saya) kurang chomel lagi tu. Itu suatu kesalahan yang sukar dimaafkan (memalingkan muka dengan sekeras-kerasnya sambil menutup mata rapat). Taulah kakak banyak fans, sampai boleh tubuhkan Page di Facebook (bha, buatlah Page.). Ndapaa, ada jugak balasannya...

Ehh!? Ada sudah pembalasannya:

Sila klik jika ingin lihat lebih jelas
PADAN MUKA!! BLUEKK :P (apapun, takziah- eh, silap- tahniah sebab di-hack oleh KaitoKidz. Bukan semua dapat and don't worry-lah, he won't do any harm kepada blog kakak. Releks, jangan gopoh)


^P/S: Kami adik-beradik memang begini.

Recognition of Life

Salaam.. waah, sukanya interface baru blog ini, lebih ergonomik dan agora. Kamu semua tahukah, kalau bab menulis, saya suka ruang kertas yang hiper-luas. Macam tu ruang lapang bha, di mana kita boleh teriak sekuat-kuatnya tanpa perlu kisah apa orang lain fikirkan. I want that kind of space, you know.

Berbalik kepada isu, saya suka untuk memberitahu bahawa saya kebosanan sekarang. Serius, rasa gatal tangan mahu menulis (padahal kalau ada assignments, hmm...). Abaikan. Atau baca jaa. It's quite long, I presume. And a bit serious, too.

Betul kata orang, apabila sesuatu/seseorang itu telah pergi, perasaan rindu mesti tiba-tiba menompok. Kadang-kadang rasa bersalah turut serta, menyempitkan lagi ruang bernafas. Kehilangan sesuatu itu- apalagi yang berharga- sangat dirasai oleh semua.

Penghargaan adalah suatu persoalan subjektif, meskipun melibatkan hal-hal konkrit. Penghargaan bergantung dengan keperluan serta kehendak, dan kesesuaian diri seseorang terhadap subjek. Kebanyakan masa pula ianya berletak peraturan yang menghubungkan seseorang dengan hal-hal tertentu. Boleh jadi juga, penghargaan itu bersifat relatif.

Apabila kita membuat suatu tugasan, terutamanya tugasan di maktab ini, pasti disuruh kita menyiapkan sehelai dua seksyen penghargaan. Pernah tidak kita tanya diri sejujurnya; betapa berhargakah penghargaan yang kita siapkan dengan bahasa SPM A+ itu? Ataukah ianya cuma pelengkap kertas tugasan? Mungkinkah ianya cuma hasil retorik dan pemikiran cetek untuk sekadar memenuhi kehendak soalan?

Ketika di dalam Facebook, selalu kita mengucapkan hari jadi. Baiklah, berapa antara kita yang menulis "hb", "slamat hr jd" dan pelbagai singkatan lain yang mempunyai maksud serupa. Tanyakan lagi diri, betapa dalamkah penghargaan yang kita sisipkan bersama setiap suku kata perkataan yang ditulis?

(Di sini bukanlah saya ingin merombak keikhlasan para pembaca, cumanya benda-benda kecil beginilah yang jika tidak diperhatikan akan menjadi kebiasaan).

Lama  saya renungkan perkara ini dan saya mula membiasakan diri untuk bukan setakat memenuhi kehendak soalan, tetapi memenuhi tujuan kesemua tugasan. Mungkin terlalu lambat untuk mempunyai sentimen bertaubat, tetapi saya akan- inshaAllah- praktikkannya dalam tugasan akan datang.

Or else, I will be just like a robo-writer: robot which writes and does not hell understand- not even bothered to- about its writing result. 

Tetapi ini bukanlah idea utama dalam pos ini. Saya mau membawa kamu untuk menyelami suatu lagi konsep penghargaan yang jauh lebih dalam makna dan lebih mulia tujuannya. So, stay tuned; I am not done with my idea. 

Sebenarnya, penghargaan yang baru saya ulas panjang lebar di atas adalah suatu kewajiban, I would say- rukun- in order to be a normal human. Subhuman-lah kalau tiada sensitiviti menghargai orang lain. Penghargaan jenis ini tipikal dan fitrah manusia untuk dilakukan. The higher degree of appreciation; I am only  saying this once, seriously; is:

"To appreciate little things others do not even bother looking, and to appreciate things that appear so simple, but it had great impact on your life."

Mine life is rather filled with those little things. They are like termites towards a house, you know. One of them, no matter how small it is, can shatter your whole neighborhood down (exaggeration, exaggeration), and that needs recognition, just like the recognition of life shown in the following story:


One day, an old man was walking with his bare feet alongside a beach. The weather was so fine, the Sun was just getting ready to move its blanket of night. At the horizon, sky was ablaze, like on fire, you know- that orange, reddish scheme of sky during sunrise- yeah, that one (pointing your imagination). There was no sound but the sound of waves coming, hitting endlessly to the rocks and sands of that beach.

In the midst of enjoying that symphony of life, this uncle, he stepped on a starfish. That starfish was on dry sand, far from the reach of ocean water. It looked kind of dehydrated, and so, that uncle took that starfish and flung it to the ocean Before he did that, he whispered something to that euw-wy and slimy organism. 

And he continued his walking. 

And soon, he stepped on more, and more of that species along the beach. Each time he found a new starfish which needed his assistance of getting into safe water, he will just like picked them up and threw it onto the air, before they plunged into the sea, and got drifted away. 

Little did he knew, a young and pragmatic man was watching his doing. Picking, and throwing; picking and throwing, and a pause between both, when he whispered something to all the starfishes he found. This young, handsome and idealistic man walked to him (the old man) and had a conversation that changed his life (and I hope, the life of readers of this post, too). There were walking, when they said these: 

Teenager: "Sir, are you going to do that continuously? To all the starfishes here? Because I noticed that you were doing so since like, fifty minutes ago..."

Old man : "Yes, of course."

Teenager: "But don't you think that would be impossible? There are several miles of coastline more to go, you won't make a difference!" 

That uncle bent as he saw another dehydrated starfish. 

Old man : "Do you know what I whispered to each and everyone of them when I were to throw them back?"

Teenager: "No.". That uncle looked at him with such glassy and sorrowful eyes.

Old man : "I said, "This is the least I could do to you and your families in repaying you guys kindness in making the sea beautiful an ecologically stable...","

He added, before throwing the starfish he had whispered with,  

"It makes difference for this one", and threw it to the ocean. And the Sun smiled, blessing the deed.

"Aahhh!!!!!!!! Help me, I'm toast!!" (sangat childish, bukan?)


^P/S: LOL, kamu patut tengok macamana saya tulis refleksi dan penghargaan baru-baru ini; penuh ketulusan dan sekali gus hal yang nda patut-patut. Geez, saya nda kira, saya mau ekspres jugak apa yang saya rasa.

Friday, September 23, 2011

Untuk FaraFoxy (II)

Salaam.































PLEASE....





































UPDATE YOUR BLOG.









^P/S: Kesian abang kita berabisan update sendirian...
^^P/S: Jarang ni guna ink warna merah; (maksudnya serius).

Allah Maha Benar

Rasa Bersalah

The best picture of mine at Putrajaya, caught by Aizat.
Sila klik untuk resolusi lebih baik.

Salaam. Waiiitttttttttttttt........... this is not supposed to be a happy post. So, let us cut the happiness out to a pieces of bloody meats. HAHAHAHA~

Sebenarnya, saya rasa bersalah kot dengan kumpulan KKP saya. Sebab antara kami berempat, sayalah yang paling sedikit membantu. Anyhow, the project was a success, with Nadiah's and Syafina's model of ethylene proved to be the most glamorous model there was. HAHAHA-- darn, I'm serious about this. Thanks guys, for being such splendid teammates. Ndak dapat bayangkan apa yang jadi kalau tanpa kamu semua #manlytears (-lah sangat).

Another thing I wanna say here is: alhamdulillah~
Finally all the burdens have finally lifted off my shoulders. Tinggal dua ordeals lagi untuk diharungi, inshaAllah.


^P/S: I really never thought that all of these will end. Alhamdulillah...

Thursday, September 22, 2011

OMG~

Salaam. Apa masalah saya sebenarnya, ah, dalam berkomunikasi? Saya selalu gegar tahap dewa and kehilangan idea yang sepatutnya saya cakap. Tergagap-gagap dan rasa cuak. Heilah



^P/S: I'm not done with you, Bro Nadz...

Bagaimana Kawan Bisa Menjadikan Diri Kita Lebih Kaya

Salaam, semua. Untuk pos kali ini, saya mau cerita sedikit macamana kawan yang kaya-raya mampu merubah kita menjadi seorang manusia yang kaya: batinnya.
LOL (not in topic context)

Kehidupan saya sebagai seorang remaja tipikal nda boleh lari dari keperluan dan kemestian berkawan. Hidup remaja begitulah, dikelilingi kawan yang kadangkalanya miskin kaya ataupun biasa saja. Meskipun saya-bolehlah-diiktiraf miskin (and I'm not damn embarrassed about it), adalah ironis untuk berkawan dengan kawan-kawan yang kaya (yang kaya, sila terasa). Macam ndak sedar diri pulak. :S

Selalu jugak saya fikir pasal kehidupan bila begitu. Rasa macam dunia ini sangat tidak adil dan ada masa-masa tertentu saya menghabiskan selama sejam memikirkan perkara ni. Di mana keadilan?

Qur`an answered my doubts as in Surahtul `Alaa, chapter 87, verse 16-17: "Bal tus`iruul hayatdunya. Wal akhiratu khairun wa abqaa" Meaning: "You chose the goodness of dunya. As akhirat is the best and Permanent."

Jadinya, hati tenang semula. Best-nya ada Tuhan yang sentiasa memahami (I will never, ever pay His Gifts. Thanks Allah). Begitulah:- kawan yang kaya membuatkanmu memikirkan dalam pasal dunia and membuatkanmu lebih rajin selak Al-Qur'an (LOL).

Keadilan Allah ndak terbayar dengan kekayaan dunia, tetapi takwa. Dan harapnya saya adalah takwa tu, sedikitpun jadilah. Amiin.


^P/S: Nasihat saya, apapun kesusahan rujukilah Al-Qur'an. Setelah lebih tiga tahun menggunakannya sebagai referens, ndak pernah lagi ni, ndak terjawab.


Wednesday, September 21, 2011

Untuk FarahFoxy

Salaam. WOI!!!

HAHAHA. Kidding. Kau sudah ambilkan wayang tadi tuu? Bhaa, saya mau kau tengok sekarang dan menangis. Yes I said it. Menangis.

Saya sendiri mau gugur tau air mata tengok filem tu. Sedih and unik gila.

Oh ya, bawa Abang Nadz and Puan Syafina sekali Kasi dorang tengok and suruh dorang menangis juga. Kalau kamu ndak menangsi, palinglaa...

Adios!


^P/S: Dialog best dalam wayang tuu:
 "And he looked me with those eyes, those-once again-most dazzling eyes"
 "And I wonder, why would anybody wanna run away for Julie Bakers?"

Saja Pos


Salaam. Dalam kekalutan menyiapkan kertas kerja GERKO, saya curi sdikit masa untuk meng-update blog. Kenapa begitu? Sebab saya sayang kawan saya... akan cuba buat terbaik untuk menunaikan apa yang korang minta saya buat (poyo)(I'm serious).

Begini: sebenarnya, saya rasa sedih tau dengan seorang kawan ni. Ehh, bukan sedih bhaa, tapi rindu. Rindu dengan tazkirah beliau. Selalu dulu, beliau datang ke bilik Ardie dan cerita segalanya berkenaan kehidupan. Tentang bagaimana erti sebenar hidup ni and all sorts of other motivational stuff.

Kalau kamu tanya siapa yang paling saya sayang di maktab ni; dialah. Dia asbaab saya berubah sedikit demi sedikit di sini dan menjadi lebih matang. Sekarang entahlah, masih adakah lagi rasa sayang dan hormat tu. KL merubah banyak jiwa. Dan saya rasa, sekuat manapun manusia, kalau tekad didahului kemahuan- manusia itu tidak akan dapat lari dari hukum ini. He had become a victim, and I'll try to save `im.

Kawan, saya harap awak baca ini dan terasa. You've changed a lot I don't know whether I should blame myself or not. 


^P/S: Ataukah saya yang belum cukup kenal dia??

Tuesday, September 20, 2011

Find The Meaning

Salaam. Klik pada gambar, dan beritahu saya maksud segala tulisan itu:


Monday, September 19, 2011

MEGA-RAWAK

Salaam...incoming!!! More random stuff for you  guys.

Cantik. Buat 54 tahun, inilah saksi kemerdekaan kita.
Pun cantik. Walaupun kerja menyunting merosakkan keaslian.
Bersahabat biar beradab. Pesanan penaja.
'Red eye' yang sengal sekali. Ralat yang paling dibenci seisi alam.
Efek 'Noise' kadangkala nampak macam efek TV plasma.


^P/S: Mau tulis pasal lovestruck nanti. Kali ini lebih betul-betul, jangan merapu macam  itu hari.

HIPER RAWAK! (Alamanda; Dataran Merdeka

Salaam...bersedia untuk menaiki pos hiper rawak! ...brace yourself~

Saya rindu dengan Tawau...di sanapun ada benda ini, tapi dengan rasa yang jauuh
lebih manis serta jagung yang banyak. MUAHAHAHAHA~
ini di Alamanda, RM3.80. Mana sedap sangatpun.

Mereka menang tekstur dan persembahan. Rasa?
Hampeh.

Warna-warni 1Malaysia. Sayaaaaang Malaysia ni:-
kalau dia perempuan, sudah lama saya propose.

Gorgeous-nya. Nyah!

Saya suka perspektif yang menunjukkan unsur misteri, kelainan dan kesuraman dalam
 satu-satu gambar.  This picture says it all.

Biasalah...gambar boss mesti yang terbesar.
Gambar yang di-photobombed oleh Aizat.
Nampak papan tanda belakang tu? Hah, itulah kerja dia.

Berangkat awal ke sana (Dataran Merdeka).

Suria masih menuntut hak-hak terakhirnya di dada langit.
Merah sendu saja ekspresinya.

Rumah kami dilanda ribut... like seriously. Betul, habis huru-hara jadinya.

Umpama bingkai. Ini juga suatu penerbitan ekspresi 'back-alley' yang naiss...

Setelah menyahut panggilan Illahi, kami menyambut seruan manusia.
Berkhidmat demi negara.

Senioriti ndada dalam gambar ini. Asri was at our batch and
 he got something in his body. SO, he underwent an operation,
 had his MC and got back here the next year.



^P/S: Maksud "P/S" adalah "post/script" (ini P/S paling mengarut)

Sunday, September 18, 2011

Terkejut Dengan Tulisan Sendiri

Salaam. Terkejut. Apabila buka blog ni awal pagi, saya baca pos yang ditulis oleh saya sendiri berupa kejiwangan tahap apa entah. I questioned myself, "Did I really type that?"

OMG, OMG, OMG.. mestti banyak tohmahan yang tidak-tidak nanti. Heyy tangan.. kalau kau tiada benda untuk ditaip, jangan taip. Hah, lepas ni jadi bahan fitnah orang pulak. Insaff... ndakmau update blog selepas jam dua pagi. Matilah I lepas ni...

Saudara-saudari, abaikan pos semalam (jika anda membacanya). Semua tu mengarut, its not true enough. I don't know what possessed me to write such obscenity. God resorts us.
I am sorry for that dirty post. It was an unintended.



^P/S: Punyalah main buruk isi entri tuu. Menjahanamkan blog saya ajaa. Friends, remind me to not writing anything on this blog after 02:00AM. I am embarrassed, seriously.