Salam.
Jam menunjukkan pukul 3.32 AM dan mata masih belum menunjukkan apa-apa tanda untuk lelap. Assignment PN sudah siap (alhamdulillah) dan otak sekarang bebas-sebebas-bebasnya (teruk gila ralat punktuasi).
Well, almost.
Pemikiran manusia, bila bebanan fizikal usai; terus anggap dunia rasa aman dan sentosa. Penuh rahmat Tuhan. Sedang jiwa masih berteriak untuk merdeka dari belenggu dosa.
Oh, saya rasa bersalah jugak oh.. buat preceding post (mau padam esoklah). Ndatau kenapa tiba-tiba "dia" burst out of the blue. I just.. can't brain this dilemma.
Rasa jiwa ini sangat tertekan dengan konflik perkawanan (another error, I know). Musuh sanalah, musuh sinilah; ndak pandai penat bertegang leher dalam Internet dan bukan di dunia realiti. Last-last, saya jugak yang sakit hati.
Benci. Dan dendam.
Dan lagi satu; musuh saya menang.
Mungkin saya patut mempasifkan diri. Mungkin patut kurangkan bercakap macam As-Syahid Imam Hassan Al-Banna cakap. Ini hati pulak; degil betul ikut perintah hadith dan tokoh. Kalau pos dan cakap, pandai.
I wonder.. adakah saya sebenarnya munafiq? Yang hanya tau mencucuk ketiak orang sambil muka bersembunyi di celahan tabir. Been wondering about this for quite a looong time and badly needs a confirmation.
Hmm..
^P/S: Esoklah baru padam pos tu.. maaf semuayang terasa dan yang ndak terasa. A bit too emotional. And thanks Nad. I know you'd hate this, but I'll have to say it: thanks for being a good sister. Seriously.
Verbatim: Ramai orang yang mampu memberi, sikit yang mampu bersyukur.
Monday, August 15, 2011
Sunday, August 14, 2011
Tercapaikah Jua (Ayat Novel)
Salaam. Hush~banyaknya assignments mau dihantar. PN hantar esok, sikitpun belum bergerak. I'm totally dead meat. Bukan ndakmau buat, tapi malas bebenor (tadi paksa diri untuk buat, tapi kertas panduan tu pulak hilang. Naa, paham-paham jalaa apa jadi lepas tu... FACEBOOK!).
Entahlah, saya rasa semester dulu saya lagi bersemangat ni, biarpun assignments dia jauh lebih sukar. Untuk semester ni, saya rasa semakin dalam tenggelam. Sinking into the depth of despair. Ini bukan metafora, serius...I am having a terrible addiction towards blogging, Facebook-ing, sleeping, imagining things (!?) and yadaa, yadaa. Had I have the ability to o'ercome all these addictions, I will surely got excellent pointer.
Dalam blog yang lalu, pernah saya bagitaukan, impian mau dapat pointer menggunung. Heh, tengoklah usaha; dalam kelas pun banyak ketawa dan bergurau. Memang gunung impian tu nampak berkabus jaa. Untuk mata melihatpun, tidak sampai saya kira.
Berdasarkan pemerhatian saya terhadap diri-sendiri dan bandingkan ia dengan diri yang dulu, I literally didn't change much. Immaturity and in-seriousness still bertempek dalam jiwa saya. Masih terlalu kebudak-budakan~Bayangkanlah, beli barangpun, mintak konsultasi teman..oh, such utter childishness!
Kadang-kadang, rasa macam mau kawin jaa (sebab orang kata marriage akan mematangkan kita indirectly). Tapi bagi saya, haraam kot kahwin. Sebab saya ndak pandai jaga diri, apalagi jaga anak orang lain. Mati kebuluranlah jawabnya isteri nanti.So no, marriage is not an alternative.
Bila buntu beginikan, mulalah rindu keluarga, kawan-kawan lama serta kampung halaman. Rasa macam mau berlari ja ke KLIA, tempah tiket dan terus balik ke Ranggu sanaa. It's a lot calmer there; no assignments, no tasks; no nothing. Hanya kedamaian dan bunyi si jantan berkokok sayu~
Tapi paling dirindui opkoslah Tuhan. Seriously, bila kesusahan menimpa, saya akan rasa penat. Penat hidup di dunia ini, dan rindu untuk balik ke 'rumah' 'bapa' saya. Jannah. Selalu saya renung diri-sendiri, dan berdoa, "Ya Allah, percepatkanlah pertemuanku dengan Engkau.. aku penat hidup di dunia ni". Bagi saya, semakin lama saya hidup, semakin banyak kejahatan yang saya buat.
But, I don't think God wants me to be like this. I think, He wants me to be strong and not giving up. To always find solution of a particular problem and not attempting escapism upon all the predicaments. Right now, I think we better get moving.
Ada banyak benda perlu dikejar. Serius.
Sorilah ging, banyak dengar leteran saya. Blog ini milik saya bha (I missed Sven), jadi I can heck do whatever I can in/on it. HAHAHAHA (cuba merawat hati dengan gelak, tidak dapat).
Entahlah, saya rasa semester dulu saya lagi bersemangat ni, biarpun assignments dia jauh lebih sukar. Untuk semester ni, saya rasa semakin dalam tenggelam. Sinking into the depth of despair. Ini bukan metafora, serius...I am having a terrible addiction towards blogging, Facebook-ing, sleeping, imagining things (!?) and yadaa, yadaa. Had I have the ability to o'ercome all these addictions, I will surely got excellent pointer.
Dalam blog yang lalu, pernah saya bagitaukan, impian mau dapat pointer menggunung. Heh, tengoklah usaha; dalam kelas pun banyak ketawa dan bergurau. Memang gunung impian tu nampak berkabus jaa. Untuk mata melihatpun, tidak sampai saya kira.
Berdasarkan pemerhatian saya terhadap diri-sendiri dan bandingkan ia dengan diri yang dulu, I literally didn't change much. Immaturity and in-seriousness still bertempek dalam jiwa saya. Masih terlalu kebudak-budakan~Bayangkanlah, beli barangpun, mintak konsultasi teman..oh, such utter childishness!
Kadang-kadang, rasa macam mau kawin jaa (sebab orang kata marriage akan mematangkan kita indirectly). Tapi bagi saya, haraam kot kahwin. Sebab saya ndak pandai jaga diri, apalagi jaga anak orang lain. Mati kebuluranlah jawabnya isteri nanti.So no, marriage is not an alternative.
Bila buntu beginikan, mulalah rindu keluarga, kawan-kawan lama serta kampung halaman. Rasa macam mau berlari ja ke KLIA, tempah tiket dan terus balik ke Ranggu sanaa. It's a lot calmer there; no assignments, no tasks; no nothing. Hanya kedamaian dan bunyi si jantan berkokok sayu~
Tapi paling dirindui opkoslah Tuhan. Seriously, bila kesusahan menimpa, saya akan rasa penat. Penat hidup di dunia ini, dan rindu untuk balik ke 'rumah' 'bapa' saya. Jannah. Selalu saya renung diri-sendiri, dan berdoa, "Ya Allah, percepatkanlah pertemuanku dengan Engkau.. aku penat hidup di dunia ni". Bagi saya, semakin lama saya hidup, semakin banyak kejahatan yang saya buat.
But, I don't think God wants me to be like this. I think, He wants me to be strong and not giving up. To always find solution of a particular problem and not attempting escapism upon all the predicaments. Right now, I think we better get moving.
Ada banyak benda perlu dikejar. Serius.
Sorilah ging, banyak dengar leteran saya. Blog ini milik saya bha (I missed Sven), jadi I can heck do whatever I can in/on it. HAHAHAHA (cuba merawat hati dengan gelak, tidak dapat).
![]() |
Subscribe to:
Posts (Atom)
